MINAHASA, mediasatu.online – Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si, MAP mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di sejumlah desa dengan penuh kedewasaan serta tetap menjaga persatuan dan kerukunan antarwarga.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Ibadah Oikumene Pemerintah Kabupaten Minahasa yang berlangsung di Wale Ne Tou, Tondano, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Martina Watok Dondokambey-Lengkong, SE, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa, para kepala perangkat daerah, tokoh agama, serta Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam kesempatan itu, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa pelaksanaan Pilhut merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dijalani dengan bijak. Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Marilah kita bersama-sama menjaga persaudaraan serta mengedepankan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan dan ciri khas masyarakat Minahasa,” ujar Bupati.
Bupati menekankan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga situasi yang aman, damai, dan kondusif selama tahapan Pilhut berlangsung. Ia berharap semangat kekeluargaan yang selama ini terpelihara di Minahasa tetap menjadi landasan dalam berdemokrasi.
Selain itu, Bupati Robby Dondokambey secara khusus mengingatkan pentingnya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). ASN diminta untuk tidak terlibat dalam politik praktis maupun menunjukkan keberpihakan kepada salah satu calon, sehingga dapat menjadi contoh dalam menciptakan suasana yang tertib dan harmonis di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, dan keselamatan diri mengingat kondisi cuaca yang saat ini cukup ekstrem. Ia mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca serta terus menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dan sehat.
Ibadah Oikumene tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan pembangunan di Kabupaten Minahasa. (Win)

