MINAHASA, mediasatu.online – Semangat membangun pemerintahan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Ibadah Oikumene yang berlangsung di Gedung Wale Ne Tou Minahasa, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Minahasa ini dihadiri Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si., serta Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny. Martina Dondokambey-Lengkong, SE.
Dalam arahannya, Bupati Robby Dondokambey mengatakan, Ibadah Oikumene hendaknya tidak dipandang sebatas kegiatan rutin pemerintahan. Menurutnya, ibadah tersebut harus menjadi kesempatan bagi seluruh aparatur untuk melakukan refleksi, memperkuat iman, membangun persaudaraan, sekaligus memperbarui komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Setiap tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kita harus terus memperbarui iman, memperkuat persaudaraan dan bekerja dengan penuh tanggung jawab,” kata Robby.
Ia menekankan, tugas aparatur pemerintah tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan administratif, tetapi juga menyangkut tanggung jawab dalam memastikan setiap program dan kebijakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, nilai moral dan iman, lanjutnya, perlu berjalan beriringan dengan profesionalisme, disiplin serta integritas dalam melaksanakan tugas.
“Sebagai aparatur pemerintah, kita dipanggil bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga melayani dengan hati, menjaga integritas dan menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat Minahasa,” tegasnya.
Memasuki penghujung Triwulan III tahun 2026, Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan serta pembangunan.
Evaluasi secara berkala dinilai penting untuk mengetahui perkembangan realisasi program, penyerapan anggaran maupun pencapaian target kinerja masing-masing perangkat daerah.
Robby mengingatkan agar pelaksanaan pekerjaan tidak ditumpuk menjelang akhir tahun. Setiap program yang telah direncanakan harus segera ditindaklanjuti melalui perencanaan dan pelaksanaan yang terukur, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Jangan sampai pekerjaan menumpuk di akhir tahun. Setiap perangkat daerah harus melakukan evaluasi secara berkala dan mempercepat kegiatan yang sudah direncanakan, tetapi tetap mengedepankan aturan, transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut sekaligus membutuhkan koordinasi yang kuat antarp perangkat daerah agar seluruh agenda pemerintahan dapat berjalan efektif serta memberikan hasil yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
Selain mengevaluasi kinerja pemerintahan, Bupati Robby turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran seiring kondisi cuaca yang relatif kering.
Potensi El Niño dan meningkatnya kondisi kering di lingkungan sekitar, kata dia, perlu menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko kebakaran, baik pada kawasan hutan dan lahan, perkebunan maupun permukiman.
Masyarakat diminta menghindari aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.
Perhatian juga diberikan terhadap persoalan kebersihan lingkungan. Bupati menegaskan, menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintah.
Budaya hidup bersih dan sehat, menurutnya, perlu dimulai dari lingkungan kerja, rumah tinggal hingga ruang publik. Aparatur pemerintah diharapkan dapat menjadi contoh dalam membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Robby mengajak seluruh jajaran Pemkab Minahasa membangun suasana kerja yang dilandasi kebersamaan dan rasa kekeluargaan.
“Saya mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk bekerja sebagai satu keluarga besar untuk mewujudkan Minahasa yang semakin maju, sejahtera dan berkeadilan,” ungkapnya.
Ia berharap Ibadah Oikumene dapat menjadi sumber kekuatan spiritual bagi seluruh aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan, sekaligus memohon hikmat, kesehatan, kekuatan dan penyertaan Tuhan dalam setiap tanggung jawab yang dipercayakan.
Ibadah tersebut pun tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi menjadi ruang refleksi bagi jajaran Pemkab Minahasa untuk kembali memperkuat tekad dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Dengan mengedepankan iman, integritas, profesionalisme dan kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Minahasa diharapkan mampu terus meningkatkan tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, akuntabel dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut para Asisten, Staf Ahli Bupati, Inspektur Daerah, Sekretaris DPRD, para kepala badan, kepala dinas, kepala satuan, Direktur RSUD, Direktur PDAM, para kepala bagian serta seluruh camat se-Kabupaten Minahasa yang diikuti juga ASN dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa bersama para hamba Tuhan dan pelayan gereja. (Win)

