Perkuat Layanan hingga Tingkat Keluarga, Pemkab Minahasa Tingkatkan Peran Kader Kesehatan

MINAHASA, mediasatu.online – Pemerintah Kabupaten Minahasa terus memperkuat keterlibatan kader kesehatan sebagai mitra strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya melalui edukasi dan pendampingan yang langsung menyentuh keluarga.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Peran dan Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Keluarga dan Masyarakat di Kabupaten Minahasa Tahun 2026, yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa di Manado Tateli Resort and Convention, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P. (VaSung). Turut hadir Asisten I Dr. Riviva Maringka, M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Dr. dr. Olviane I. Rattu, M.Si., serta kader kesehatan dari Kecamatan Kawangkoan Raya dan Sonder.

Dalam kegiatan tersebut, Vanda Sarundajang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berdiskusi langsung dengan para kader mengenai peran mereka dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kesehatan di tengah masyarakat.

Menurut Vanda, posisi kader yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menempatkan mereka pada posisi penting dalam membantu pemerintah dan tenaga kesehatan mendeteksi berbagai persoalan kesehatan sejak dini.

“Kader kesehatan ini adalah ujung tombak kalau kita berbicara tentang pembangunan kesehatan di Kabupaten Minahasa, karena berada paling dekat dengan masyarakat,” ujar Vanda.

Ia menekankan, tugas kader tidak sebatas menyampaikan informasi kesehatan. Kader juga diharapkan mampu memberikan edukasi, mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia.

“Jadilah kader yang hadir dengan ketulusan, bekerja dengan pengetahuan, dan melayani dengan hati. Jangan pernah menganggap kecil peran Bapak dan Ibu sekalian,” katanya.

Vanda juga mengingatkan bahwa peningkatan kesehatan keluarga harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, pencegahan stunting, hingga upaya menekan risiko berbagai penyakit.

Karena itu, kader diminta memperkuat koordinasi dengan puskesmas, pemerintah desa dan kelurahan, serta berbagai unsur terkait. Koordinasi yang baik dinilai penting agar persoalan kesehatan yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai persoalan kesehatan dapat ditangani lebih cepat, lebih tepat, dan tentu berkelanjutan,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkab Minahasa terus mendorong peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan melalui pengembangan fasilitas puskesmas. Saat ini, Kabupaten Minahasa memiliki 25 puskesmas, namun baru lima di antaranya yang menyediakan layanan rawat inap.

Pengembangan layanan rawat inap di puskesmas lainnya diharapkan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pelayanan kesehatan daerah.

Vanda juga meminta para kader turut aktif menyampaikan informasi mengenai program pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat. Menurutnya, kader memiliki posisi strategis untuk membantu memastikan informasi mengenai layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat keluarga.

Selain aspek pelayanan dan edukasi, pemanfaatan data juga menjadi perhatian dalam penguatan kapasitas kader.

Vanda menegaskan, data yang diperoleh dari hasil pendataan maupun kunjungan di lapangan tidak seharusnya berhenti sebagai kelengkapan administrasi, tetapi perlu dimanfaatkan untuk membaca kondisi masyarakat dan menentukan langkah penanganan.

“Data bukan hanya sekadar administrasi. Data harus digunakan untuk mengetahui masalah dan menentukan tindakan,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi selama pertemuan, tetapi benar-benar diterapkan para kader ketika kembali menjalankan tugas di wilayah masing-masing.

“Apa yang akan kita lakukan setelah kegiatan ini? Karena pelatihan atau pertemuan seperti ini tidak akan memberikan dampak kalau berhenti ketika acara selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Dr. dr. Olviane I. Rattu, M.Si., mengangkat tema “Dari Kader untuk Keluarga, untuk Minahasa.”

Menurut Rattu, kader kesehatan merupakan bagian penting dari investasi sosial dalam pembangunan kesehatan. Keberadaan mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi, informasi, sekaligus pendampingan kesehatan hingga ke tingkat keluarga. (Win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *