Bupati Lantik Pengurus FKUB Minahasa, Tegaskan Peran Strategis Jaga Harmoni Antarumat

MINAHASA, mediasatu.online – Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., menegaskan pentingnya peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai pilar utama dalam merawat toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Penegasan tersebut disampaikan saat pelantikan Dewan Penasehat dan jajaran Pengurus FKUB Kabupaten Minahasa periode terbaru yang digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati, Selasa (24/2/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menyebut FKUB memiliki fungsi strategis sebagai wadah komunikasi lintas agama sekaligus ruang dialog untuk mencegah potensi gesekan sosial.

“FKUB harus menjadi penghubung yang efektif antarumat beragama. Keberagaman di Minahasa adalah anugerah yang perlu dijaga bersama dalam semangat mapalus,” kata Dondokambey.

Kegiatan yang difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Minahasa itu turut dihadiri Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S.

Seusai prosesi pelantikan, Wakil Bupati memimpin rapat koordinasi awal bersama pengurus yang baru dikukuhkan. Pertemuan tersebut membahas program kerja dan strategi konkret dalam memperkuat kerukunan umat beragama di daerah.

Kepala Bakesbangpol Minahasa, Janni Moniung, membacakan Surat Keputusan Bupati terkait susunan kepengurusan yang baru.

Dalam struktur tersebut, Pdt. Dr. Evert A.A. Tangel ditetapkan sebagai Ketua, dengan Wakil Ketua Pdt. Welly Pondaag dan Pastor Fransiscus Marlino Lolok. Jabatan Sekretaris dipercayakan kepada Pdt. Jhon R.S. Awuy, didampingi Wakil Sekretaris Pdt. Nouvly Pua.

Adapun anggota yang dilantik terdiri dari Pdt. Magritje Korompis, Pdt. Meidy Wakulu, Pdt. Jeans R.A. Puiri, Pdt. Dr. Youbert Warouw, Gbl. Servi Taber Rondonuwu, Pdt. Winda L. Walalangi, Meichi Pannavati Bibiana Runtuwene, Dr. Ni Dewi Eka Suwaryaningrat, Pdt. Jefry N. Kalangi, Pdt. Raymond Rende, Syamsudin Dali, serta Gbl. Rolly Irianto Liow.

Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap kepengurusan yang baru mampu memperkuat sinergi lintas agama dan menjaga stabilitas sosial demi mendukung pembangunan daerah yang harmonis dan inklusif. (Win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *